Kegagalan meraih trofi Liga
Champions menjadi cambuk
tersendiri bagi Manchester
United. Manajemen 'Setan
Merah' pun siap berbenah demi
persiapan musim depan.
Trofi Liga Inggris ke-19 yang
direbut MU sepertinya tak
cukup. Asa merebut gelar ganda
di ajang kompetisi Eropa diusung
dan Barcelona jadi lawan di final.
Namun mereka kalah 1-3 dan
gagal mengulang pencapaian di
tahun 2008.
Jelas ini merupakan kekecewaan
bagi MU mengingat musim ini
mereka begitu berjaya di level
kompetisi lokal, meski tanpa
pembelian besar-besaran.
Terhitung hanya Javier
Hernandez dan Chris Smalling
yang punya efek cukup besar
kepada tim.
Maka dari itu demi
menyongsong musim depan
yakni mempertahankan titel liga
serta berkompetisi di ajang lain,
MU butuh penyegaran pada
skuadnya. Sejumlah pemain
andalan yang mulai menua
butuh pengganti.
Di sektor kiper kepergian Edwin
van der Sar nampaknya akan
digantikan David De Gea. Di lini
tengah, MU sedang
menegosiasikan Paul Scholes
untuk tetap bertahan semusim
lagi di Old Trafford.
The Red Devils pun tak bisa lagi
terlalu bertumpu pada
pengalaman Ryan Giggs dan
mereka harus mencari tandem
sepadan bagi Wayne Rooney
setelah masa depan Dimitar
Berbatov tengah dispekulasikan.
Chief Executive MU, David Gill,
mengakui jika musim panas ini
akan terasa berbeda dari
tahun-tahun sebelumnya. Dana
besar sepertinya sudah
disiapkan keluarga Glazers
untuk belanja pemain baru.
"Musim panas kali ini akan lebih
sibuk dari biasanya," tutur Gill
kepada MUTV yang dilansir Sky
Sports.
"Akan ada beberapa poin yang
dibahas di Juni nanti dan akan
kembali dibawa pada awal tur
kami. Namun saya pastikan
segalanya akan berhubungan
dengan pemain dalam beberapa
pekan ke depan," tutup Gill.
hy...welcome to my blogs. Makasih udah mau berkunjung kesini. Silakan follow me or comment my post,..
Tampilkan postingan dengan label MU Infotainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MU Infotainment. Tampilkan semua postingan
Selasa, 31 Mei 2011
Demi Modric, MU Tawarkan Rp 282 M Plus Berbatov
Manchester, Untuk membenahi
Manchester United, Sir Alex
Ferguson dilaporkan kembali
membidik pemain tengah
Totteham Hotspur, Luka Modric.
Disebut-sebut Fergie siap
menawarkan sejumlah uang plus
Dimitar Berbatov.
Meskipun sukses menjadi top
skorer Liga Inggris musim lalu,
Berbatov tampaknya tidak lagi
dipercaya oleh Fergie. Hal itu
terlihat jelas ketika Berbatov
tidak disertakan dalam skuad
MU saat menghadapi Barcelona
di final Liga Champions.
Melihat rekor buruk Berbatov
mungkin menjelaskan alasan
Fergie meninggalkan dia.
Terakhir kali, striker
kebangsaan Bulgaria itu
mencetak gol di Eropa pada
Oktober 2008 atau hampir tiga
tahun lalu.
Sesungguhnya Fergie telah
mengungkapkan alasannya
kenapa ia lebih memilih Michael
Owen ketimbang Berba. Tetapi
hal itu tidak serta merta akan
menjamin posisi Berba di MU.
Berbatov masih memiliki sisa
kontrak selama setahun. Tetapi
melihat situasi yang demikian
diyakini pemain depan berusia
30 tahun itu akan segera
keluar dari Old Trafford.
Dalam persaingan di lini depan,
Berba telah kalah bersaing dari
Javier Hernandez yang
menunjukkan penampilan oke
saat ditandemkan dengan
Wayne Rooney. Apalagi, Danny
Welbeck akan kembali setelah
menjalani masa peminjaman
yang cukup apik di Sunderland.
Fergie kini dikabarkan kembali
mengincar Modric yang sudah
lama ditaksirnya. Daily Mail
melaporkan bahwa MU siap
mengajukan tawaran senilai 20
juta poundsterling atau setara
Rp 282 miliar buat pemain
kreatif asal Kroasia itu.
Spurs telah berkali-kali
menegaskan tidak akan menjual
para pemain bintangnya di
musim panas nanti. Lagipula,
Modric sendiri masih terikat
kontrak jangka panjang hingga
tahun 2016. Maka dari itu, kubu
"Setan Merah" diyakini akan
turut menawarkan Berbatov
sebagai bonus transfer Modric
untuk meluluhkan hati The Lily
Whites.
"Sungguh berat buat dia
(Berbatov) tapi manajer harus
membuat keputusan," komentar
Nani soal absennya Berbatov di
final Liga Champions. "Ketika aku
tidak bermain mungkin 18 bulan
lalu, aku berada di posisi yang
berbeda dengan dia karena aku
masih terlalu muda."
"Aku masih berusia 21 tahun
dan aku tahu aku punya
banyak waktu untuk belajar,
berkembang dan mendapatkan
kembali tempatku di tim. Untuk
dia, aku tidak tahu apa yang
berada di dalam pikirannya tapi
setiap orang tahu dia pemain
fantastis. Dia sudah mencetak
banyak gol buat kami dan aku
berharap dia tetap tinggal di
musim depan."
Selain Modric, MU juga
dihubungkan dengan Ashley
Young. Sebanyak 12 juta
poundsterling telah diajukan
untuk memboyong pemain Aston
Villa itu
Manchester United, Sir Alex
Ferguson dilaporkan kembali
membidik pemain tengah
Totteham Hotspur, Luka Modric.
Disebut-sebut Fergie siap
menawarkan sejumlah uang plus
Dimitar Berbatov.
Meskipun sukses menjadi top
skorer Liga Inggris musim lalu,
Berbatov tampaknya tidak lagi
dipercaya oleh Fergie. Hal itu
terlihat jelas ketika Berbatov
tidak disertakan dalam skuad
MU saat menghadapi Barcelona
di final Liga Champions.
Melihat rekor buruk Berbatov
mungkin menjelaskan alasan
Fergie meninggalkan dia.
Terakhir kali, striker
kebangsaan Bulgaria itu
mencetak gol di Eropa pada
Oktober 2008 atau hampir tiga
tahun lalu.
Sesungguhnya Fergie telah
mengungkapkan alasannya
kenapa ia lebih memilih Michael
Owen ketimbang Berba. Tetapi
hal itu tidak serta merta akan
menjamin posisi Berba di MU.
Berbatov masih memiliki sisa
kontrak selama setahun. Tetapi
melihat situasi yang demikian
diyakini pemain depan berusia
30 tahun itu akan segera
keluar dari Old Trafford.
Dalam persaingan di lini depan,
Berba telah kalah bersaing dari
Javier Hernandez yang
menunjukkan penampilan oke
saat ditandemkan dengan
Wayne Rooney. Apalagi, Danny
Welbeck akan kembali setelah
menjalani masa peminjaman
yang cukup apik di Sunderland.
Fergie kini dikabarkan kembali
mengincar Modric yang sudah
lama ditaksirnya. Daily Mail
melaporkan bahwa MU siap
mengajukan tawaran senilai 20
juta poundsterling atau setara
Rp 282 miliar buat pemain
kreatif asal Kroasia itu.
Spurs telah berkali-kali
menegaskan tidak akan menjual
para pemain bintangnya di
musim panas nanti. Lagipula,
Modric sendiri masih terikat
kontrak jangka panjang hingga
tahun 2016. Maka dari itu, kubu
"Setan Merah" diyakini akan
turut menawarkan Berbatov
sebagai bonus transfer Modric
untuk meluluhkan hati The Lily
Whites.
"Sungguh berat buat dia
(Berbatov) tapi manajer harus
membuat keputusan," komentar
Nani soal absennya Berbatov di
final Liga Champions. "Ketika aku
tidak bermain mungkin 18 bulan
lalu, aku berada di posisi yang
berbeda dengan dia karena aku
masih terlalu muda."
"Aku masih berusia 21 tahun
dan aku tahu aku punya
banyak waktu untuk belajar,
berkembang dan mendapatkan
kembali tempatku di tim. Untuk
dia, aku tidak tahu apa yang
berada di dalam pikirannya tapi
setiap orang tahu dia pemain
fantastis. Dia sudah mencetak
banyak gol buat kami dan aku
berharap dia tetap tinggal di
musim depan."
Selain Modric, MU juga
dihubungkan dengan Ashley
Young. Sebanyak 12 juta
poundsterling telah diajukan
untuk memboyong pemain Aston
Villa itu
Minggu, 29 Mei 2011
Chicharito: Ada Hikmah Dari Kekalahan Ini
Penyerang
Manchester United (MU), Javier
"Chicharito" Hernandez timnya
mendapat pelajaran dari
kekalahan 1-3 saat melakoni
final Liga Champions melawan
Barcelona, di Wembley, Sabtu
(28/5/2011).
Kemenangan Barcelona
ditentukan oleh gol Pedro (27),
Lionel Messi (54), dan David
Villa (69). Adapun gol MU
diciptakan oleh Wayne Rooney
(34).
"Kekalahan ini jelas
menyakitkan. Ada pelajaran
untuk kami pelajari dan kami
harus mempelajarinya," ujar
Chicharito.
"Sekarang aku tak punya apa
pun untuk dirayakan. Tak
punya apa pun untuk disoraki.
Aku kecewa. Kekalahan selalu
menyakitkan, apalagi di final."
"Anda bisa menyebut ini
kegagalan atau sesuatu yang
mengecewakan. Kami ingin
mengangkat trofi, ketimbang
bertepuk tangan."
"Barcelona menang dengan
baik. Mereka lebih baik dari
kami. Mereka tim sepak bola
terbaik di dunia. Anda harus
bertepuk tangan untuk
mereka, karena mereka adalah
juara."
"Saya tak tekejut (dengan
penampilan Messi). Ia terbaik di
dunia dan ia telah melakukan
yang terbaik," tuturnya.
Manchester United (MU), Javier
"Chicharito" Hernandez timnya
mendapat pelajaran dari
kekalahan 1-3 saat melakoni
final Liga Champions melawan
Barcelona, di Wembley, Sabtu
(28/5/2011).
Kemenangan Barcelona
ditentukan oleh gol Pedro (27),
Lionel Messi (54), dan David
Villa (69). Adapun gol MU
diciptakan oleh Wayne Rooney
(34).
"Kekalahan ini jelas
menyakitkan. Ada pelajaran
untuk kami pelajari dan kami
harus mempelajarinya," ujar
Chicharito.
"Sekarang aku tak punya apa
pun untuk dirayakan. Tak
punya apa pun untuk disoraki.
Aku kecewa. Kekalahan selalu
menyakitkan, apalagi di final."
"Anda bisa menyebut ini
kegagalan atau sesuatu yang
mengecewakan. Kami ingin
mengangkat trofi, ketimbang
bertepuk tangan."
"Barcelona menang dengan
baik. Mereka lebih baik dari
kami. Mereka tim sepak bola
terbaik di dunia. Anda harus
bertepuk tangan untuk
mereka, karena mereka adalah
juara."
"Saya tak tekejut (dengan
penampilan Messi). Ia terbaik di
dunia dan ia telah melakukan
yang terbaik," tuturnya.
Sabtu, 28 Mei 2011
Scholes: MU Dan Barca Sama-Sama Ofensif
Gelandang
Manchester United, Paul
Scholes, menilai, pertemuan
timnya dengan Barcelona di
final Liga Champions, Sabtu
(28/5/2011), akan menjadi final
terbaik. Menurut dia, kedua
tim adalah tim terbaik dan
sama-sama ingin bermain
ofensif.
"Tak perlu diragukan bahwa
final akan mempertemukan dua
tim terbaik. Barcelona adalah
yang terbaik. Mereka adalah
tim yang kami hormati dan
kami ingin bermain seperti
mereka," ujar Scholes.
"Namun, dalam beberapa
kesempatan, gaya bermain
kami bisa sebaik mereka. Kami
punya kualitas besar juga.
Kedua tim ingin maju dan
mencetak gol. Jadi, aku tak
berpikir, orang bisa
mengharapkan final lebih baik
dari ini," lanjutnya.
Kedua kubu pernah bertemu di
final 2009. Saat itu, MU
menyerah 0-2.
"Ada tekad untuk memastikan
itu tak terjadi lagi. Itu bukan
malam yang menyenangkan
dan musim panas setelahnya
terasa begitu lama. Kali ini kami
ingin setidaknya mencoba,"
tukasnya.
Manchester United, Paul
Scholes, menilai, pertemuan
timnya dengan Barcelona di
final Liga Champions, Sabtu
(28/5/2011), akan menjadi final
terbaik. Menurut dia, kedua
tim adalah tim terbaik dan
sama-sama ingin bermain
ofensif.
"Tak perlu diragukan bahwa
final akan mempertemukan dua
tim terbaik. Barcelona adalah
yang terbaik. Mereka adalah
tim yang kami hormati dan
kami ingin bermain seperti
mereka," ujar Scholes.
"Namun, dalam beberapa
kesempatan, gaya bermain
kami bisa sebaik mereka. Kami
punya kualitas besar juga.
Kedua tim ingin maju dan
mencetak gol. Jadi, aku tak
berpikir, orang bisa
mengharapkan final lebih baik
dari ini," lanjutnya.
Kedua kubu pernah bertemu di
final 2009. Saat itu, MU
menyerah 0-2.
"Ada tekad untuk memastikan
itu tak terjadi lagi. Itu bukan
malam yang menyenangkan
dan musim panas setelahnya
terasa begitu lama. Kali ini kami
ingin setidaknya mencoba,"
tukasnya.
Final 2009 Beda Dengan 2011
Gelandang
Barcelona, Andres Iniesta,
mengatakan, partai final Liga
Champions antara klubnya dan
Manchester United (MU) tahun
2009 akan berbeda dengan
final tahun ini.
Dua tahun lalu Barca menekuk
MU 2-0 di partai puncak di
Roma lewat gol Samuel Eto'o
dan Lionel Messi. Kondisi kedua
kubu kini tak banyak berubah.
Ada beberapa bintang yang
datang dan pergi. Namun,
Iniesta percaya, hal itu tetap
akan memengaruhi kedua tim.
Pada 2009, MU bergantung
kepada sosok individual seperti
Cristiano Ronaldo. Sekarang MU
bermain lebih kolektif. "Selalu
lebih baik memiliki pemain
seperti dia (Ronaldo). Namun,
mereka telah mendatangkan
pemain-pemain baru dan
mereka memiliki tim yang baik,"
ujar Iniesta, seperti dilansir
situs resmi Barca.
"Setiap momen memiliki cerita
tersendiri. Partai final memang
harus seperti itu. Kami menang
(pada 2009) dan itu adalah
hadiah untuk semua kerja
keras yang kami lakukan. Itu
adalah musim yang sangat
khusus,"kata nya.
"Final ini tidak sebanding.
Memang serupa karena gaya
dan ini adalah partai terakhir,
tetapi aku pikir tidak ada
kesamaan lain."
"Mereka akan memiliki
pertandingan itu (2009) di
pikiran mereka, seperti yang
juga kami miliki. Akan tetapi,
aku yakin, ini akan menjadi
final yang berbeda. Anda tidak
pernah dapat membandingkan
satu final dengan yang lain.
Selalu ada permainan berbeda,
dengan pemain yang berbeda
dan harapan yang berbeda,"
pungkas pria 27 tahun
tersebut.
Barcelona, Andres Iniesta,
mengatakan, partai final Liga
Champions antara klubnya dan
Manchester United (MU) tahun
2009 akan berbeda dengan
final tahun ini.
Dua tahun lalu Barca menekuk
MU 2-0 di partai puncak di
Roma lewat gol Samuel Eto'o
dan Lionel Messi. Kondisi kedua
kubu kini tak banyak berubah.
Ada beberapa bintang yang
datang dan pergi. Namun,
Iniesta percaya, hal itu tetap
akan memengaruhi kedua tim.
Pada 2009, MU bergantung
kepada sosok individual seperti
Cristiano Ronaldo. Sekarang MU
bermain lebih kolektif. "Selalu
lebih baik memiliki pemain
seperti dia (Ronaldo). Namun,
mereka telah mendatangkan
pemain-pemain baru dan
mereka memiliki tim yang baik,"
ujar Iniesta, seperti dilansir
situs resmi Barca.
"Setiap momen memiliki cerita
tersendiri. Partai final memang
harus seperti itu. Kami menang
(pada 2009) dan itu adalah
hadiah untuk semua kerja
keras yang kami lakukan. Itu
adalah musim yang sangat
khusus,"kata nya.
"Final ini tidak sebanding.
Memang serupa karena gaya
dan ini adalah partai terakhir,
tetapi aku pikir tidak ada
kesamaan lain."
"Mereka akan memiliki
pertandingan itu (2009) di
pikiran mereka, seperti yang
juga kami miliki. Akan tetapi,
aku yakin, ini akan menjadi
final yang berbeda. Anda tidak
pernah dapat membandingkan
satu final dengan yang lain.
Selalu ada permainan berbeda,
dengan pemain yang berbeda
dan harapan yang berbeda,"
pungkas pria 27 tahun
tersebut.
Chicharito Rela Mati Demi 'Setan Merah'
Striker
Manchester United, Javier
"Chicharito" Hernandez,
menyatakan, dirinya sangat
mencintai "Setan Merah". Ia
bahkan mengaku rela
melakukan apa pun demi
membawa MU berjaya.
"Apa yang membuat obsesiku
berkeringat dengan seragam
ini sampai mati. Dan, aku tidak
akan pernah berhenti berlari
demi tim ini," cetus Chicharito.
Chicharito tampil impresif
musim ini. Ia mampu
menjaringkan 20 gol dari 44
pertandingan. Meski demikian,
ia menilai bahwa torehan
prestasi ini adalah bukan kerja
keras dirinya sendirian.
"Aku tidak terobsesi dengan
gol. Gol adalah hasil karya
seluruh tim. Para striker hanya
memiliki nasib baik untuk
menciptakannya. Dalam sebuah
tim seperti kami, bahkan kiper
Edwin van der Sar, bisa
mengklaim gol itu," lanjutnya.
MU akan melawan Barcelona
pada final Liga Champions di
Stadion Wembley, London,
Sabtu (28/5/2011) nanti. Ini
adalah pertemuan kedua dalam
dua tahun terakhir. Pada
2009, MU menyerah 0-2
kepada Barca di final kompetisi
yang sama.
"Kami harus melupakan
pertandingan itu. Barcelona
adalah tim luar biasa yang
memainkan sepak bola indah
dan memukau mata. Namun,
kami tidak masuk ke dalam
final untuk tidak melakukan
apa-apa. Sepak bola adalah
olahraga yang paling tidak
dapat diprediksi di alam
semesta. Mungkin ada
permainan yang sangat
terbuka atau yang sangat
ketat," tuntas bomber Meksiko
tersebut.
Manchester United, Javier
"Chicharito" Hernandez,
menyatakan, dirinya sangat
mencintai "Setan Merah". Ia
bahkan mengaku rela
melakukan apa pun demi
membawa MU berjaya.
"Apa yang membuat obsesiku
berkeringat dengan seragam
ini sampai mati. Dan, aku tidak
akan pernah berhenti berlari
demi tim ini," cetus Chicharito.
Chicharito tampil impresif
musim ini. Ia mampu
menjaringkan 20 gol dari 44
pertandingan. Meski demikian,
ia menilai bahwa torehan
prestasi ini adalah bukan kerja
keras dirinya sendirian.
"Aku tidak terobsesi dengan
gol. Gol adalah hasil karya
seluruh tim. Para striker hanya
memiliki nasib baik untuk
menciptakannya. Dalam sebuah
tim seperti kami, bahkan kiper
Edwin van der Sar, bisa
mengklaim gol itu," lanjutnya.
MU akan melawan Barcelona
pada final Liga Champions di
Stadion Wembley, London,
Sabtu (28/5/2011) nanti. Ini
adalah pertemuan kedua dalam
dua tahun terakhir. Pada
2009, MU menyerah 0-2
kepada Barca di final kompetisi
yang sama.
"Kami harus melupakan
pertandingan itu. Barcelona
adalah tim luar biasa yang
memainkan sepak bola indah
dan memukau mata. Namun,
kami tidak masuk ke dalam
final untuk tidak melakukan
apa-apa. Sepak bola adalah
olahraga yang paling tidak
dapat diprediksi di alam
semesta. Mungkin ada
permainan yang sangat
terbuka atau yang sangat
ketat," tuntas bomber Meksiko
tersebut.
Jumat, 27 Mei 2011
Kata-Kata Mereka Untuk MU vs Barca Di Final Liga Champions 2011
Semua boleh berpendapat semua
boleh berkata-kata dan
kemudian merangkainya ke dalam
sebuahkalimat untuk
menggambarkan harapan mereka
untukFinal Liga Champions 28
Mei nanti di Wembley.
Hak berkata-kata tersebut
semuanya setara, karena apa
yang mereka ungkapkan adalah
bagian dari harapan, karena
harapan pula manusia mau
bertahan.
Meski belum tentu apa yang
mereka harapkan sejalan dengan
kenyataan yang ada, namun
sekali lagi harapan yang
membuat segalanya lebih
bermakna untuk dinanti meski
kadang kenyataan pahit yang
lebih sering datang.
Dan berikut ini adalah rangkuman
kata-kata dari mereka,baik dari
pelaku maupun para pengamat
menyoroti partai yang paling
dinanti-nanti untuk penutup
musim 2010-2011 ini apa lagi
kalau bukan Barcelona vs
Manchester United.
Glen Hoddle (Mantan pelatih
timnas Inggris dan Chelsea)
"Mungkin akan realistis untuk
mentargetkan sebuah gelar bagi
klub, tetapi tidak untuk ajang
Liga Champions. Karena untuk
sementara Barcelona masih
digdaya, tidak untuk tim
Barcelona yang ini."
"Tim Barca saat ini begitu indah,
semua orang tahu itu, tapi saya
pikir mereka masih akan bisa
berkuasa selama bertahun-
tahun, dua, tiga, empat atau
bahkan lima tahun mereka akan
menang secara beruntun, seperti
yangtelah dilakukan beberapa
klub di masa lalu."
"Jadi, tidak akan ada 'tanda
tanya' mengapa klub di negeri ini
tidak bisa memenangkannya,
tidak ada tanda pertanyaan
tentang mengapa klub London
tidak bisa menang, 'tanda
tanya'-nya adalah Barcelona,
atau lebih tepatnya mereka
adalah jawabannya untuk masa
sekarang,"
Arsene Wenger (Pelatih Arsenal)
"Barca tampak cukup kelelahan
dan Manchester United tampak
cukup tajam secara fisik dalam
tiga atau empat laga terakhir.
Mereka tampak sudah
kepayahan jadi saya rasa
peluang ada di pihak United."
"Saya tak tahu apa yang akan
mereka putuskan, tapi hanya itu
ketidakpastian yang Anda punya.
Anda tahu bagaimana Barcelona
akan bermain, tapi Anda tak
tahu bagaimana United akan
bermain."
Hristo Stoichkov (Legenda
Barcelona)
"Saya melihat laga final nanti tak
ubahnya seperti laga yang
mudah bagi Barcelona. Mereka
terbiasa memenangkan laga
semacam ini dan mereka juga
mempunyai pemain hebat macam
Lionel Messi, Xavi, Andres Iniesta
dan pemain Barca lainnya,"
David Beckham (Pemain LA
Galaxy, eks United)
"Setiap orang berbicara tentang
Barcelona sebagai tim terbaik di
dunia dan memang itu lah
kenyataannya. Tetapi ada orang
yang dapat mengalahkan
Barcelona yang sedang berada di
puncak mereka, dan orang itu
adalah Sir Alex Ferguson. Ia tahu
bagaimana melakukan itu. Saya
berharap mereka akan
melakukannya di Final,"
Nani (winger dari Manchester
United)
"Kekalahan dari Barcelona di
Roma masih begitu menyakitkan
bagi kami semua, dan kali ini
seluruh dari tim ini pasti akan
sangat termotivasi,"
"Tidak ada orang yang suka
berlarian mengejar bola dan
dipermainkan bola. karena ini
sangat sulit. Jadi apa yang bisa
kami lakukan adalah mencoba
mematikan tiki-taka mereka
secepat mungkin,"
Lionel Messi (Pemain depan
Barcelona)
"Saya pikir ini adalah final yang
ideal, ketika kami bertemu
dengan Manchester United.
Mereka adalah tim yang berada
di level yang sama dengan kami,
dan saya bisa yakinkan hal itu
akan membuat laga final semakin
sempurna."
"Saya menaruh rasa hormat
yang besar kepada pencapaian
Ferguson. Anda tentu seorang
pelatih hebat dan bukan orang
sembarangan, jika terus meraih
sukses dengan klub yang sama
berulang-ulang kali. Serta
membesarkan pemain dan
mengembangkan gaya
permainan," ucap Messi
Ryan Giggs (Pemain Senior
Manchester United)
"Masalah yang kami dapatkan di
Final 2009 Roma adalah karena
kami tak sanggup membalikkan
keadaan, kami tak sanggup
menghadirkan kualitas sepakbola
yang sebenarnya kami miliki,"
"Kami sangat berharap hal itu
bakal terbayarkan di Wembley,
bermain dengan penuh harapan
menunjukan diri kami tim yang
bagus dan memang sanggup
bermain seperti itu,"
"Wembley adalah stadion yang
telah banyak menghadirkan
sejarah kami pernah meraih
gelar Eropa di sana, semoga bisa
terulang lagi,"
Eric Abidal (Bek Kiri Barcelona)
"Saya pikir kali ini peluang 50:50,
semua berimbang buat Barcelona
dan juga Manchester United,
mari berharap saja, tim terbaik
bakal menjadi pemenangnya, dan
semoga itu adalah kami,"
"Laga ini adalah laga yang begitu
besar maknanya bagi kami dan
kami selalu kembali ke motto
kami 'lebih dari sekedar klub',
semoga kami bisa memang lagi
nantinya"
Rio Ferdinand (Bek Tengah
Manchester United)
"Saya tidak mau melihat lagi
rekaman laga tahun 2009 itu,
namun laga seperti itu jelas
begitu sulit untuk dilupakan, hal
yang terus begitu jelas terpatri
dalam ingatan Anda,"
"Saya seringkali membalik ingatan
sayatentang laga tersebut,
saya merasa kami sama sekali
tidak bermain malam itu, saat itu
kami bukanlah Manchester
United,"
"Namun kali ini kami akan
memberikan hal yang lebih baik
dan lebih layak bagi diri kami
sendiri,"
Sir Alex Ferguson (Pelatih
Manchester United)
"Ya, saya akui Barcelona adalah
favorit di mata banyak orang
dan mereka punya tim super,
kaya pengalaman dan cukup
muda untuk memberikan mereka
keseimbangan tim yang bagus,"
"Tapi ini adalah tantangan yang
tak sabar kami nantikan. Jangan
singkirkan kami. Kami punya
pemain untuk menang juga. Dan
meski memuji Barcelona adalah
hal yang datang dengan
sendirinya, kami akan
menunjukkan kontribusi kami
sendiri."
Josep 'Pep' Guardiola (Pelatih
Barcelona)
"Saya harap mereka merasa jika
inilah final Liga Champions
terakhir mereka,"
"Kami harus menyadari seberapa
berat bisa mencapai fase ini. Jika
kami tak menyadari pentingnya
laga ini, maka kami akan memberi
keuntungan untuk United, dan
terutama mereka juga punya
dorongan untuk menang
mengingat mereka kalah di final
dua tahun lalu."
"Kami harus mempersiapkan diri
dengan baik. Kami mengalahkan
mereka dua tahun lalu tapi kami
tak bisa melakukan kesalahan.
Kami tahu ini akan berat, ini laga
paling sulit musim ini,"
Siapa nanti bakal keluar sebagai
pihak yang tertawa ataupun
yang merana karena gagal juara
hanya bisa terjawab ketika nanti
peluit panjang tanda 90 menit
laga berakhir dibunyikan oleh
sang pengadil pada 28 Mei di
Wembley.
boleh berkata-kata dan
kemudian merangkainya ke dalam
sebuahkalimat untuk
menggambarkan harapan mereka
untukFinal Liga Champions 28
Mei nanti di Wembley.
Hak berkata-kata tersebut
semuanya setara, karena apa
yang mereka ungkapkan adalah
bagian dari harapan, karena
harapan pula manusia mau
bertahan.
Meski belum tentu apa yang
mereka harapkan sejalan dengan
kenyataan yang ada, namun
sekali lagi harapan yang
membuat segalanya lebih
bermakna untuk dinanti meski
kadang kenyataan pahit yang
lebih sering datang.
Dan berikut ini adalah rangkuman
kata-kata dari mereka,baik dari
pelaku maupun para pengamat
menyoroti partai yang paling
dinanti-nanti untuk penutup
musim 2010-2011 ini apa lagi
kalau bukan Barcelona vs
Manchester United.
Glen Hoddle (Mantan pelatih
timnas Inggris dan Chelsea)
"Mungkin akan realistis untuk
mentargetkan sebuah gelar bagi
klub, tetapi tidak untuk ajang
Liga Champions. Karena untuk
sementara Barcelona masih
digdaya, tidak untuk tim
Barcelona yang ini."
"Tim Barca saat ini begitu indah,
semua orang tahu itu, tapi saya
pikir mereka masih akan bisa
berkuasa selama bertahun-
tahun, dua, tiga, empat atau
bahkan lima tahun mereka akan
menang secara beruntun, seperti
yangtelah dilakukan beberapa
klub di masa lalu."
"Jadi, tidak akan ada 'tanda
tanya' mengapa klub di negeri ini
tidak bisa memenangkannya,
tidak ada tanda pertanyaan
tentang mengapa klub London
tidak bisa menang, 'tanda
tanya'-nya adalah Barcelona,
atau lebih tepatnya mereka
adalah jawabannya untuk masa
sekarang,"
Arsene Wenger (Pelatih Arsenal)
"Barca tampak cukup kelelahan
dan Manchester United tampak
cukup tajam secara fisik dalam
tiga atau empat laga terakhir.
Mereka tampak sudah
kepayahan jadi saya rasa
peluang ada di pihak United."
"Saya tak tahu apa yang akan
mereka putuskan, tapi hanya itu
ketidakpastian yang Anda punya.
Anda tahu bagaimana Barcelona
akan bermain, tapi Anda tak
tahu bagaimana United akan
bermain."
Hristo Stoichkov (Legenda
Barcelona)
"Saya melihat laga final nanti tak
ubahnya seperti laga yang
mudah bagi Barcelona. Mereka
terbiasa memenangkan laga
semacam ini dan mereka juga
mempunyai pemain hebat macam
Lionel Messi, Xavi, Andres Iniesta
dan pemain Barca lainnya,"
David Beckham (Pemain LA
Galaxy, eks United)
"Setiap orang berbicara tentang
Barcelona sebagai tim terbaik di
dunia dan memang itu lah
kenyataannya. Tetapi ada orang
yang dapat mengalahkan
Barcelona yang sedang berada di
puncak mereka, dan orang itu
adalah Sir Alex Ferguson. Ia tahu
bagaimana melakukan itu. Saya
berharap mereka akan
melakukannya di Final,"
Nani (winger dari Manchester
United)
"Kekalahan dari Barcelona di
Roma masih begitu menyakitkan
bagi kami semua, dan kali ini
seluruh dari tim ini pasti akan
sangat termotivasi,"
"Tidak ada orang yang suka
berlarian mengejar bola dan
dipermainkan bola. karena ini
sangat sulit. Jadi apa yang bisa
kami lakukan adalah mencoba
mematikan tiki-taka mereka
secepat mungkin,"
Lionel Messi (Pemain depan
Barcelona)
"Saya pikir ini adalah final yang
ideal, ketika kami bertemu
dengan Manchester United.
Mereka adalah tim yang berada
di level yang sama dengan kami,
dan saya bisa yakinkan hal itu
akan membuat laga final semakin
sempurna."
"Saya menaruh rasa hormat
yang besar kepada pencapaian
Ferguson. Anda tentu seorang
pelatih hebat dan bukan orang
sembarangan, jika terus meraih
sukses dengan klub yang sama
berulang-ulang kali. Serta
membesarkan pemain dan
mengembangkan gaya
permainan," ucap Messi
Ryan Giggs (Pemain Senior
Manchester United)
"Masalah yang kami dapatkan di
Final 2009 Roma adalah karena
kami tak sanggup membalikkan
keadaan, kami tak sanggup
menghadirkan kualitas sepakbola
yang sebenarnya kami miliki,"
"Kami sangat berharap hal itu
bakal terbayarkan di Wembley,
bermain dengan penuh harapan
menunjukan diri kami tim yang
bagus dan memang sanggup
bermain seperti itu,"
"Wembley adalah stadion yang
telah banyak menghadirkan
sejarah kami pernah meraih
gelar Eropa di sana, semoga bisa
terulang lagi,"
Eric Abidal (Bek Kiri Barcelona)
"Saya pikir kali ini peluang 50:50,
semua berimbang buat Barcelona
dan juga Manchester United,
mari berharap saja, tim terbaik
bakal menjadi pemenangnya, dan
semoga itu adalah kami,"
"Laga ini adalah laga yang begitu
besar maknanya bagi kami dan
kami selalu kembali ke motto
kami 'lebih dari sekedar klub',
semoga kami bisa memang lagi
nantinya"
Rio Ferdinand (Bek Tengah
Manchester United)
"Saya tidak mau melihat lagi
rekaman laga tahun 2009 itu,
namun laga seperti itu jelas
begitu sulit untuk dilupakan, hal
yang terus begitu jelas terpatri
dalam ingatan Anda,"
"Saya seringkali membalik ingatan
sayatentang laga tersebut,
saya merasa kami sama sekali
tidak bermain malam itu, saat itu
kami bukanlah Manchester
United,"
"Namun kali ini kami akan
memberikan hal yang lebih baik
dan lebih layak bagi diri kami
sendiri,"
Sir Alex Ferguson (Pelatih
Manchester United)
"Ya, saya akui Barcelona adalah
favorit di mata banyak orang
dan mereka punya tim super,
kaya pengalaman dan cukup
muda untuk memberikan mereka
keseimbangan tim yang bagus,"
"Tapi ini adalah tantangan yang
tak sabar kami nantikan. Jangan
singkirkan kami. Kami punya
pemain untuk menang juga. Dan
meski memuji Barcelona adalah
hal yang datang dengan
sendirinya, kami akan
menunjukkan kontribusi kami
sendiri."
Josep 'Pep' Guardiola (Pelatih
Barcelona)
"Saya harap mereka merasa jika
inilah final Liga Champions
terakhir mereka,"
"Kami harus menyadari seberapa
berat bisa mencapai fase ini. Jika
kami tak menyadari pentingnya
laga ini, maka kami akan memberi
keuntungan untuk United, dan
terutama mereka juga punya
dorongan untuk menang
mengingat mereka kalah di final
dua tahun lalu."
"Kami harus mempersiapkan diri
dengan baik. Kami mengalahkan
mereka dua tahun lalu tapi kami
tak bisa melakukan kesalahan.
Kami tahu ini akan berat, ini laga
paling sulit musim ini,"
Siapa nanti bakal keluar sebagai
pihak yang tertawa ataupun
yang merana karena gagal juara
hanya bisa terjawab ketika nanti
peluit panjang tanda 90 menit
laga berakhir dibunyikan oleh
sang pengadil pada 28 Mei di
Wembley.
MU vs Barca, Final Liga Champions Terfavorit
Manchester
United dan Barcelona paling
difavoritkan untuk menggelar
final Liga Champions musim ini.
Setidaknya ini menurut para
petaruh di William Hill.
Ya, baik MU dan Barca memang
berpeluang besar mengulang final
2009.Keduanya memang
menjalani semifinal terpisah,
Barca vs Real Madrid, dan MU
bertemu wakil Jerman, Schalke.
Pada final 2009, Barca
menggagalkan usaha MU untuk
menjadi juara berturut-turut
dengan kemenangan 2-0 di Roma.
Sebaliknya, MU kali iniberpeluang
melakukan revans jika memang
harus bertemu Barca di final.
Keduakubu memang layak
kembali bertemu di final. Baik MU
dan Barca kini on fire dan
memimpin klasemen masing-
masing Liga.
Menurut bursa taruhan di Inggris
itu, final favorit kedua yakni
antara MU melawan Real Madrid.
Jika duel ini menjadi kenyataan,
maka akan mementaskan
romantisme antara manajer MU,
Sir Alex Ferguson, melawan Jose
Mourinho.
Duel kedua manajer ini selalu
panas saat Mourinho masih
membesut Chelsea era
2004-2007. Mourinho masih
punya rekor lebih baik melawan
Ferguson, termasuk
memenangkan final Piala FA 2007
di Wembley.
Romantisme juga menyertai final
terfavorit terakhir yakni antara
Madrid melawan Schalke. Karena
striker Schalke, Raul Gonzalez,
akan melawan mantan klubnya,
Real.
Final Terfavorit Versi William Hill:
Barcelona– Man Utd @ 1.80
Real Madrid – Man Utd @ 3.50
Barcelona – Schalke @ 5.50
Real Madrid – Schalke @ 10.0
United dan Barcelona paling
difavoritkan untuk menggelar
final Liga Champions musim ini.
Setidaknya ini menurut para
petaruh di William Hill.
Ya, baik MU dan Barca memang
berpeluang besar mengulang final
2009.Keduanya memang
menjalani semifinal terpisah,
Barca vs Real Madrid, dan MU
bertemu wakil Jerman, Schalke.
Pada final 2009, Barca
menggagalkan usaha MU untuk
menjadi juara berturut-turut
dengan kemenangan 2-0 di Roma.
Sebaliknya, MU kali iniberpeluang
melakukan revans jika memang
harus bertemu Barca di final.
Keduakubu memang layak
kembali bertemu di final. Baik MU
dan Barca kini on fire dan
memimpin klasemen masing-
masing Liga.
Menurut bursa taruhan di Inggris
itu, final favorit kedua yakni
antara MU melawan Real Madrid.
Jika duel ini menjadi kenyataan,
maka akan mementaskan
romantisme antara manajer MU,
Sir Alex Ferguson, melawan Jose
Mourinho.
Duel kedua manajer ini selalu
panas saat Mourinho masih
membesut Chelsea era
2004-2007. Mourinho masih
punya rekor lebih baik melawan
Ferguson, termasuk
memenangkan final Piala FA 2007
di Wembley.
Romantisme juga menyertai final
terfavorit terakhir yakni antara
Madrid melawan Schalke. Karena
striker Schalke, Raul Gonzalez,
akan melawan mantan klubnya,
Real.
Final Terfavorit Versi William Hill:
Barcelona– Man Utd @ 1.80
Real Madrid – Man Utd @ 3.50
Barcelona – Schalke @ 5.50
Real Madrid – Schalke @ 10.0
Park : Hentikan Messi? Harus Sama-sama
Gelandang
Manchester United (MU), Park
Ji-Sung, mengatakan,
beberapa rekannya menilainya
bisa menjaga pergerakan
penyerang Barcelona, Lionel
Messi, pada final Liga
Champions, 28 Mei mendatang.
Namun, menurutnya, Messi
hanya bisa dihentikan jika MU
bertahan sebagai tim.
"Messi adalah salah satu
pemain terbaik dunia. Semua
orang tahu itu dan setiap
orang tahu bahwa satu pemain
bertahan tak bisa
menghentikannya. Jadi, kami
harus bertahan sebagai tim.
Setiap orang akan memberikan
seratus persen kemampuannya
untuk menghentikannya," ujar
Park.
"Aku tak tahu peran apa yang
akan kumainkan pada final,
tetapi aku harus memberikan
seratus persen kemampuanku
dan bermain untuk memenangi
pertandingan. Kami punya
gelandang-gelandang hebat,
seperti Michael Carrick, Ryan
Giggs, dan Anderson. Mereka
punya kemampuan
menghentikan Barcelona."
"Jika kami bermain sebagai tim,
seperti yang kami tampilkan
saat melawan Chelsea atau
seperti pada pertandingan lain,
kami bisa mengimbangi mereka.
Javier Hernandez, Anderson,
dan Nani tampil luar biasa
musim ini dan ini menunjukkan
skuad kami lebih kuat
(dibanding awal musim) dan itu
akan membantu kami di final,"
terangnya.
Pada musim 2010-2011, Park
hanya bermain 15 kali di
Premier League, tetapi di Liga
Champions ia telah bermain
delapan kali. Menurut The Sun,
MU akan menghadapi Barcelona
dengan skuad seperti saat
melawan Schalke pada leg
pertama semifinal Liga
Champions, 26 April lalu. Jika
betul begitu, maka Park akan
melawan Barcelona sebagai
starter.
Manchester United (MU), Park
Ji-Sung, mengatakan,
beberapa rekannya menilainya
bisa menjaga pergerakan
penyerang Barcelona, Lionel
Messi, pada final Liga
Champions, 28 Mei mendatang.
Namun, menurutnya, Messi
hanya bisa dihentikan jika MU
bertahan sebagai tim.
"Messi adalah salah satu
pemain terbaik dunia. Semua
orang tahu itu dan setiap
orang tahu bahwa satu pemain
bertahan tak bisa
menghentikannya. Jadi, kami
harus bertahan sebagai tim.
Setiap orang akan memberikan
seratus persen kemampuannya
untuk menghentikannya," ujar
Park.
"Aku tak tahu peran apa yang
akan kumainkan pada final,
tetapi aku harus memberikan
seratus persen kemampuanku
dan bermain untuk memenangi
pertandingan. Kami punya
gelandang-gelandang hebat,
seperti Michael Carrick, Ryan
Giggs, dan Anderson. Mereka
punya kemampuan
menghentikan Barcelona."
"Jika kami bermain sebagai tim,
seperti yang kami tampilkan
saat melawan Chelsea atau
seperti pada pertandingan lain,
kami bisa mengimbangi mereka.
Javier Hernandez, Anderson,
dan Nani tampil luar biasa
musim ini dan ini menunjukkan
skuad kami lebih kuat
(dibanding awal musim) dan itu
akan membantu kami di final,"
terangnya.
Pada musim 2010-2011, Park
hanya bermain 15 kali di
Premier League, tetapi di Liga
Champions ia telah bermain
delapan kali. Menurut The Sun,
MU akan menghadapi Barcelona
dengan skuad seperti saat
melawan Schalke pada leg
pertama semifinal Liga
Champions, 26 April lalu. Jika
betul begitu, maka Park akan
melawan Barcelona sebagai
starter.
York Beri Saran Kepada Fergie
Mantan pemain Manchester
United (MU), Dwight Yorke,
memberikan saran kepada
Pelatih MU, Sir Alex Ferguson,
untuk menumbangkan
Barcelona pada final Liga
Champions di Stadion Wembley,
London, 28 Mei mendatang.
Apa saran itu?
Yorke yang pernah mengantar
MU juara Liga Champions pada
1999 mengakui Barcelona
adalah tim yang hebat.
Menurutnya, kualitas pemain-
pemain Barca tak perlu
diragukan lagi. "Saya tidak
berpikir Anda dapat
menghentikan Xavi, Andres
Iniesta, dan Lionel Messi," kata
Yorke sambil tersenyum.
Meski demikian, menurut
Yorke, memiliki pemain-pemain
terbaik di dunia tak menjamin
Barca bakal menang.
Menurutnya, MU harus bermain
dengan gaya mereka sendiri
dan jangan sampai terhanyut
dalam permainan Barca yang
pintar mendikte lawan.
"Barcelona ingin mengontrol
pertandingan dengan
mempertahankan kepemilikan
bola. Jadi, saya pikir United
harus memberi mereka
pelajaran dengan
memenangkan bola dan
menjaganya. Mereka benar-
benar bisa membuat Barca
frustrasi dengan cara itu,"
ucap Yorke.
Yorke tak ingin MU hanya
fokus bertahan dan menunggu
serangan balik. Ada baiknya
jika MU langsung mengambil
inisiatif serangan.
"Tentu saja, Barcelona akan
mendapatkan peluang. Dan,
ketika mereka
mendapatkannya, terserah
kepada pemain United untuk
memblokir mereka, menutup
ruang, dan bertahan dengan
baik. Anda dapat
berkonsentrasi terlalu banyak
dengan permainan Barcelona
dan melupakan cara Anda
bermain. Jika Anda
melakukannya, Anda bisa jatuh
ke tangan mereka," tuntasnya.
United (MU), Dwight Yorke,
memberikan saran kepada
Pelatih MU, Sir Alex Ferguson,
untuk menumbangkan
Barcelona pada final Liga
Champions di Stadion Wembley,
London, 28 Mei mendatang.
Apa saran itu?
Yorke yang pernah mengantar
MU juara Liga Champions pada
1999 mengakui Barcelona
adalah tim yang hebat.
Menurutnya, kualitas pemain-
pemain Barca tak perlu
diragukan lagi. "Saya tidak
berpikir Anda dapat
menghentikan Xavi, Andres
Iniesta, dan Lionel Messi," kata
Yorke sambil tersenyum.
Meski demikian, menurut
Yorke, memiliki pemain-pemain
terbaik di dunia tak menjamin
Barca bakal menang.
Menurutnya, MU harus bermain
dengan gaya mereka sendiri
dan jangan sampai terhanyut
dalam permainan Barca yang
pintar mendikte lawan.
"Barcelona ingin mengontrol
pertandingan dengan
mempertahankan kepemilikan
bola. Jadi, saya pikir United
harus memberi mereka
pelajaran dengan
memenangkan bola dan
menjaganya. Mereka benar-
benar bisa membuat Barca
frustrasi dengan cara itu,"
ucap Yorke.
Yorke tak ingin MU hanya
fokus bertahan dan menunggu
serangan balik. Ada baiknya
jika MU langsung mengambil
inisiatif serangan.
"Tentu saja, Barcelona akan
mendapatkan peluang. Dan,
ketika mereka
mendapatkannya, terserah
kepada pemain United untuk
memblokir mereka, menutup
ruang, dan bertahan dengan
baik. Anda dapat
berkonsentrasi terlalu banyak
dengan permainan Barcelona
dan melupakan cara Anda
bermain. Jika Anda
melakukannya, Anda bisa jatuh
ke tangan mereka," tuntasnya.
Deschamps : Rooney Bisa Bikin Perbedaan
Pelatih
Olympique Marseille, Didier
Deschamps, angkat bicara soal
partai antara Manchester
United (MU) melawan Barcelona
pada final Liga Champions,
Sabtu (28/5/2011). Deschamps
memprediksi, striker MU,
Wayne Rooney, bisa membuat
perbedaan di laga ini.
"Poin positif MU pada final ini
adalah Wayne Rooney karena
ia tidak selelah pemain lain. Ia
bisa membuat perbedaan bagi
United, seperti halnya ia bisa
bermain di empat posisi
berbeda dengan baik. Ia tidak
pernah membuat kesalahan
dalam hal distribusi bola. Ia
juga memiliki stamina dan
agresivitas yang luar biasa,"
puji Deschamps.
Deschamps menekankan pada
kombinasi Rooney dengan
Javier "Chicharito" Hernandez,
yang menurutnya dahsyat.
Keduanya belakangan ini
memang terus menjadi andalan
Pelatih MU, Sir Alex Ferguson,
di lini depan.
"Kerja sama antara Rooney
dan Chicharito membuat saya
terkesan, terutama dalam hal
pergerakan. Mereka selalu
tahu posisi pemain yang satu
lagi. Ini adalah kerja sama yang
sempurna," sambung
Deschamps.
Meski demikian, Deschamps
mengaku yakin, MU takkan
menang mudah pada laga
nanti. Menurutnya, Barca
bukanlah tim sembarangan.
"Mereka (pemain Barca)
bermain bersama selama lima,
enam, tujuh, atau delapan
tahun sekarang. Mereka
terlalu baik dalam gaya
permainan. Ini natural bagi
mereka," tuntas Deschamps.
Olympique Marseille, Didier
Deschamps, angkat bicara soal
partai antara Manchester
United (MU) melawan Barcelona
pada final Liga Champions,
Sabtu (28/5/2011). Deschamps
memprediksi, striker MU,
Wayne Rooney, bisa membuat
perbedaan di laga ini.
"Poin positif MU pada final ini
adalah Wayne Rooney karena
ia tidak selelah pemain lain. Ia
bisa membuat perbedaan bagi
United, seperti halnya ia bisa
bermain di empat posisi
berbeda dengan baik. Ia tidak
pernah membuat kesalahan
dalam hal distribusi bola. Ia
juga memiliki stamina dan
agresivitas yang luar biasa,"
puji Deschamps.
Deschamps menekankan pada
kombinasi Rooney dengan
Javier "Chicharito" Hernandez,
yang menurutnya dahsyat.
Keduanya belakangan ini
memang terus menjadi andalan
Pelatih MU, Sir Alex Ferguson,
di lini depan.
"Kerja sama antara Rooney
dan Chicharito membuat saya
terkesan, terutama dalam hal
pergerakan. Mereka selalu
tahu posisi pemain yang satu
lagi. Ini adalah kerja sama yang
sempurna," sambung
Deschamps.
Meski demikian, Deschamps
mengaku yakin, MU takkan
menang mudah pada laga
nanti. Menurutnya, Barca
bukanlah tim sembarangan.
"Mereka (pemain Barca)
bermain bersama selama lima,
enam, tujuh, atau delapan
tahun sekarang. Mereka
terlalu baik dalam gaya
permainan. Ini natural bagi
mereka," tuntas Deschamps.
Dalglish ; Fergie Tau Cara Kalahkan Barca
Manajer
Liverpool Kenny Dalglish
mengaku yakin, Pelatih
Manchester United (MU), Sir
Alex Ferguson, pasti sudah
mengetahui cara terbaik untuk
menumbangkan Barcelona pada
final Liga Champions di Stadion
Wembley, London, 28 Mei
mendatang.
"Sabtu adalah pertandingan
yang sangat besar bagi kedua
klub. Jelas, Barcelona, seperti
yang Anda bayangkan, akan
menjadi favorit," ungkap
Dalglish.
Dalglish yang telah malang
melintang puluhan tahun di
sepak bola Inggris menilai
Fergie bukanlah pelatih
sembarangan. Menurutnya,
Fergie pintar meracik strategi.
Hal ini telah dibuktikan dengan
banyaknya raihan trofi yang ia
sumbangkan untuk MU,
termasuk dua gelar Liga
Champions sebelumnya.
"Saya yakin Fergie telah
mengetahui beberapa celah
pada pertahanan Barca, tetapi
mereka (Barca) adalah tim
yang fantastis untuk ditonton.
Mereka harus dihentikan, dan
sebelumnya mereka telah
dihentikan. Sangat sulit untuk
menilai seperti apa nantinya.
Seseorang bisa diusir pada
menit pertama, atau
seseorang bisa bermain
fantastis di laga itu," ucap
Dalglish.
Barcelona memiliki deretan
pemain terbaik musim ini. Tiga
bintangnya, Lionel Messi,
Andres Iniesta, dan Xavi
merupakan tiga kandidat
Pemain Terbaik Dunia tahun ini.
Meski demikian, MU juga
memiliki pemain-pemain yang
berkualitas.
"Ketika Anda memiliki tiga
pemain dari satu tim dalam
yang masuk dalam daftar
Pemain Terbaik Dunia tahun ini,
Anda memiliki tim yang
berguna. Wayne Rooney bukan
pemain yang buruk dan Javier
Hernandez juga telah memiliki
musim yang hebat. Jadi, kita
bisa duduk santai dan
menonton laga nanti," pungkas
Dalglish.
Liverpool Kenny Dalglish
mengaku yakin, Pelatih
Manchester United (MU), Sir
Alex Ferguson, pasti sudah
mengetahui cara terbaik untuk
menumbangkan Barcelona pada
final Liga Champions di Stadion
Wembley, London, 28 Mei
mendatang.
"Sabtu adalah pertandingan
yang sangat besar bagi kedua
klub. Jelas, Barcelona, seperti
yang Anda bayangkan, akan
menjadi favorit," ungkap
Dalglish.
Dalglish yang telah malang
melintang puluhan tahun di
sepak bola Inggris menilai
Fergie bukanlah pelatih
sembarangan. Menurutnya,
Fergie pintar meracik strategi.
Hal ini telah dibuktikan dengan
banyaknya raihan trofi yang ia
sumbangkan untuk MU,
termasuk dua gelar Liga
Champions sebelumnya.
"Saya yakin Fergie telah
mengetahui beberapa celah
pada pertahanan Barca, tetapi
mereka (Barca) adalah tim
yang fantastis untuk ditonton.
Mereka harus dihentikan, dan
sebelumnya mereka telah
dihentikan. Sangat sulit untuk
menilai seperti apa nantinya.
Seseorang bisa diusir pada
menit pertama, atau
seseorang bisa bermain
fantastis di laga itu," ucap
Dalglish.
Barcelona memiliki deretan
pemain terbaik musim ini. Tiga
bintangnya, Lionel Messi,
Andres Iniesta, dan Xavi
merupakan tiga kandidat
Pemain Terbaik Dunia tahun ini.
Meski demikian, MU juga
memiliki pemain-pemain yang
berkualitas.
"Ketika Anda memiliki tiga
pemain dari satu tim dalam
yang masuk dalam daftar
Pemain Terbaik Dunia tahun ini,
Anda memiliki tim yang
berguna. Wayne Rooney bukan
pemain yang buruk dan Javier
Hernandez juga telah memiliki
musim yang hebat. Jadi, kita
bisa duduk santai dan
menonton laga nanti," pungkas
Dalglish.
Evra : Nasri Mau Gelar, Ke MU Saja
Bek Manchester United (MU),
Patrice Evra, merayu Samir
Nasri, yang kini membela
Arsenal, untuk bergabung
bersama klubnya. Menurutnya,
jika ingin meraih gelar, MU bisa
memenuhi ambisi Nasri.
Nasri oleh media-media Inggris
disinyalir ingin meninggalkan
Emirates. Pasalnya, dia terus
menolak semua tawaran
perpanjangan kontrak yang
diberikan "The Gunners".
Situasi ini dipantau Evra. Ia
tahu Nasri merupakan pemain
ambisius yang haus gelar.
Sejak bergabung bersama
Arsenal pada 2008, tak sekali
pun Nasri mendapat trofi.
Sebaliknya, Evra yang
bergabung bersama MU sudah
memenangkan 11 trofi
bergengsi.
"Jika Samir datang, maka dia
tahu tidak ada celah untuk
membuat kesalahan. Setiap
tahun Anda bermain untuk
menang. Itu adalah budaya
Manchester United," ungkap
Evra.
"Setiap tahun dijamin meraih
sebuah gelar juara. Aku sudah
berada di Manchester selama
lima tahun dan aku tidak
dapat mengingat berapa
banyak trofi yang sudah aku
menangkan. Apakah 13 atau
15?" katanya.
"Jadi, 'Pangeran Petit' (julukan
Nasri), jika kamu ingin menjadi
raja, tentunya kamu tahu ke
mana harus pergi," pungkas
Evra.
Patrice Evra, merayu Samir
Nasri, yang kini membela
Arsenal, untuk bergabung
bersama klubnya. Menurutnya,
jika ingin meraih gelar, MU bisa
memenuhi ambisi Nasri.
Nasri oleh media-media Inggris
disinyalir ingin meninggalkan
Emirates. Pasalnya, dia terus
menolak semua tawaran
perpanjangan kontrak yang
diberikan "The Gunners".
Situasi ini dipantau Evra. Ia
tahu Nasri merupakan pemain
ambisius yang haus gelar.
Sejak bergabung bersama
Arsenal pada 2008, tak sekali
pun Nasri mendapat trofi.
Sebaliknya, Evra yang
bergabung bersama MU sudah
memenangkan 11 trofi
bergengsi.
"Jika Samir datang, maka dia
tahu tidak ada celah untuk
membuat kesalahan. Setiap
tahun Anda bermain untuk
menang. Itu adalah budaya
Manchester United," ungkap
Evra.
"Setiap tahun dijamin meraih
sebuah gelar juara. Aku sudah
berada di Manchester selama
lima tahun dan aku tidak
dapat mengingat berapa
banyak trofi yang sudah aku
menangkan. Apakah 13 atau
15?" katanya.
"Jadi, 'Pangeran Petit' (julukan
Nasri), jika kamu ingin menjadi
raja, tentunya kamu tahu ke
mana harus pergi," pungkas
Evra.
Kamis, 26 Mei 2011
De Gea Selangkah Lagi Kiper MU
Pelatih Manchester United
(MU), Sir Alex Ferguson,
mengonfirmasi bahwa timnya
akan mendatangkan kiper
David de Gea dari Atletico
Madrid pada musim depan.
Bahkan, menurut wartawan
Guillem Balague, MU dan
Atletico sudah menemui
kesepakatan dan, tinggal
selangkah lagi, De Gea pindah
ke Old Trafford.
Fergie menilai De Gea
merupakan sosok yang tepat
untuk menggantikan Edwin van
der Sar yang berencana
pensiun pada akhir musim ini.
Pertandingan final Liga
Champions melawan Barcelona
menjadi laga pamungkas bagi
Van der Sar.
Usai pertandingan perpisahan
Gary Neville dengan MU,
Ferguson mengungkapkan,
pihaknya tengah bernegosiasi
dengan Atletico untuk
memboyong kiper berusia 20
tahun itu.
"Ya, kami tengah bekerja
mendapatkan dia dalam
beberapa waktu ini. Dia kiper
muda, sangat cepat, dan
tenang. Dia seorang pengganti
yang luar biasa untuk Edwin
van der Sar," kata Ferguson
kepada Sky Sports. Menurut
Guillem Balague, MU sudah
sepakat membayar 17,5 juta
poundsterling (sekitar Rp 242
miliar) untuk De Gea. De Gea
juga sudah menyatakan akan
segera meninggalkan Vicente
Calderon.
"Kesepakatan kedua klub
sebenarnya sudah terjadi dua
bulan lalu. Namun, David De Gea
butuh waktu untuk
memikirkannya. Kini dia sudah
mantap siap pindah ke MU.
Bahkan, dia sudah berpamitan
kepada rekan-rekannya," kata
Guillem Balague.
"Orangtua De Gea dan
pacarnya bahkan siap pindah
ke Inggris," tambahnya. Di situs
resminya, Guillem Balague juga
mengatakan, MU akan
mengumumkan perekrutan De
Gea pada Senin depan.
Fergie lebih memilih De Gea
karena pemain tersebut
memiliki kualitas yang tidak
jauh berbeda dengan Van der
Sar. "Kami sedang mencari
kiper yang memiliki kualitas
hebat seperti yang dimiliki Van
der Sar, yakni memiliki
ketenangan dan kemampuan
berorganisasi. David De Gea
sangat mirip dengan Van der
Sar," ungkap pelatih asal
Skotlandia itu.
(MU), Sir Alex Ferguson,
mengonfirmasi bahwa timnya
akan mendatangkan kiper
David de Gea dari Atletico
Madrid pada musim depan.
Bahkan, menurut wartawan
Guillem Balague, MU dan
Atletico sudah menemui
kesepakatan dan, tinggal
selangkah lagi, De Gea pindah
ke Old Trafford.
Fergie menilai De Gea
merupakan sosok yang tepat
untuk menggantikan Edwin van
der Sar yang berencana
pensiun pada akhir musim ini.
Pertandingan final Liga
Champions melawan Barcelona
menjadi laga pamungkas bagi
Van der Sar.
Usai pertandingan perpisahan
Gary Neville dengan MU,
Ferguson mengungkapkan,
pihaknya tengah bernegosiasi
dengan Atletico untuk
memboyong kiper berusia 20
tahun itu.
"Ya, kami tengah bekerja
mendapatkan dia dalam
beberapa waktu ini. Dia kiper
muda, sangat cepat, dan
tenang. Dia seorang pengganti
yang luar biasa untuk Edwin
van der Sar," kata Ferguson
kepada Sky Sports. Menurut
Guillem Balague, MU sudah
sepakat membayar 17,5 juta
poundsterling (sekitar Rp 242
miliar) untuk De Gea. De Gea
juga sudah menyatakan akan
segera meninggalkan Vicente
Calderon.
"Kesepakatan kedua klub
sebenarnya sudah terjadi dua
bulan lalu. Namun, David De Gea
butuh waktu untuk
memikirkannya. Kini dia sudah
mantap siap pindah ke MU.
Bahkan, dia sudah berpamitan
kepada rekan-rekannya," kata
Guillem Balague.
"Orangtua De Gea dan
pacarnya bahkan siap pindah
ke Inggris," tambahnya. Di situs
resminya, Guillem Balague juga
mengatakan, MU akan
mengumumkan perekrutan De
Gea pada Senin depan.
Fergie lebih memilih De Gea
karena pemain tersebut
memiliki kualitas yang tidak
jauh berbeda dengan Van der
Sar. "Kami sedang mencari
kiper yang memiliki kualitas
hebat seperti yang dimiliki Van
der Sar, yakni memiliki
ketenangan dan kemampuan
berorganisasi. David De Gea
sangat mirip dengan Van der
Sar," ungkap pelatih asal
Skotlandia itu.
MU Dominasi Tim Dekade Ini
Para pemain dan mantan
pemain Manchester United
(MU) mendominasi tim terbaik
"Best XI" Premier League dalam
satu dekade terakhir.
Sebanyak enam pemain MU
masuk skuad tersebut, yakni
Edwin van der Sar, Gary
Neville, Paul Scholes, Nemanja
Vidic, Ryan Giggs, dan Cristiano
Ronalo.
Skuad tersebut hasil voting
para manajer klub di Inggris.
Para manajer diminta oleh
Barclays, yang telah menjadi
sponsor Premier League dalam
satu dekade terakhir, untuk
memilih pemain ke dalam tim
tersebut.
Kiper MU, Edwin van der Sar,
memperoleh 53 persen suara
mengalahkan kiper Chelsea,
Petr Cech, dengan suara 33
persen. Posisi bek sayap kiri
didapat Ashley Cole dengan 73
persen suara, sementara bek
kanan Gary Neville
mendapatkan 60 persen suara.
Adapun bek tengah diisi John
Terry (40 persen) dan
Nemanja Vidic (27 persen). Rio
Ferdinand harus tersingkir dari
tim utama karena kalah suara.
Ryan Giggs mendapat
pengakuan yang luar biasa
dari para manajer. Pemain asal
Wales itu mendapatkan 87
persen suara. Jumlah ini
bahkan mengalahkan 67
persen suara yang didapat
pemain termahal dunia,
Cristiano Ronaldo, sebagai
sayap kanan.
Frank Lampard kalah bersaing
sebagai gelandang tengah. Ia
dikalahkan Steven Gerrard (33
persen) dan Paul Scholes (23
persen).
Nasib sial juga dialami Wayne
Rooney. Ia dinilai belum mampu
melampaui kehebatan pemain
legenda seperti Alan Shearer.
Shearer mendapat suara
terbanyak bersama Didier
Drogba di lini depan.
Full team: Edwin van der Sar
(Fulham and Manchester
United); Gary Neville
(Manchester United), Nemanja
Vidic (Manchester United), John
Terry (Chelsea), Ashley Cole
(Arsenal and Chelsea);
Cristiano Ronaldo (Manchester
United), Paul Scholes
(Manchester United), Steven
Gerrard (Liverpool), Ryan Giggs
(Manchester United); Alan
Shearer (Newcastle United),
dan Didier Drogba (Chelsea).
Cadangan: Petr Cech
(Chelsea), David Beckham
(Manchester United), Patrice
Evra (Manchester United), Rio
Ferdinand (West Ham, Leeds,
dan Manchester United), serta
Wayne Rooney (Everton dan
Manchester United)
pemain Manchester United
(MU) mendominasi tim terbaik
"Best XI" Premier League dalam
satu dekade terakhir.
Sebanyak enam pemain MU
masuk skuad tersebut, yakni
Edwin van der Sar, Gary
Neville, Paul Scholes, Nemanja
Vidic, Ryan Giggs, dan Cristiano
Ronalo.
Skuad tersebut hasil voting
para manajer klub di Inggris.
Para manajer diminta oleh
Barclays, yang telah menjadi
sponsor Premier League dalam
satu dekade terakhir, untuk
memilih pemain ke dalam tim
tersebut.
Kiper MU, Edwin van der Sar,
memperoleh 53 persen suara
mengalahkan kiper Chelsea,
Petr Cech, dengan suara 33
persen. Posisi bek sayap kiri
didapat Ashley Cole dengan 73
persen suara, sementara bek
kanan Gary Neville
mendapatkan 60 persen suara.
Adapun bek tengah diisi John
Terry (40 persen) dan
Nemanja Vidic (27 persen). Rio
Ferdinand harus tersingkir dari
tim utama karena kalah suara.
Ryan Giggs mendapat
pengakuan yang luar biasa
dari para manajer. Pemain asal
Wales itu mendapatkan 87
persen suara. Jumlah ini
bahkan mengalahkan 67
persen suara yang didapat
pemain termahal dunia,
Cristiano Ronaldo, sebagai
sayap kanan.
Frank Lampard kalah bersaing
sebagai gelandang tengah. Ia
dikalahkan Steven Gerrard (33
persen) dan Paul Scholes (23
persen).
Nasib sial juga dialami Wayne
Rooney. Ia dinilai belum mampu
melampaui kehebatan pemain
legenda seperti Alan Shearer.
Shearer mendapat suara
terbanyak bersama Didier
Drogba di lini depan.
Full team: Edwin van der Sar
(Fulham and Manchester
United); Gary Neville
(Manchester United), Nemanja
Vidic (Manchester United), John
Terry (Chelsea), Ashley Cole
(Arsenal and Chelsea);
Cristiano Ronaldo (Manchester
United), Paul Scholes
(Manchester United), Steven
Gerrard (Liverpool), Ryan Giggs
(Manchester United); Alan
Shearer (Newcastle United),
dan Didier Drogba (Chelsea).
Cadangan: Petr Cech
(Chelsea), David Beckham
(Manchester United), Patrice
Evra (Manchester United), Rio
Ferdinand (West Ham, Leeds,
dan Manchester United), serta
Wayne Rooney (Everton dan
Manchester United)
Paul Scholes, Si Wajah Pucat Yang Pemalu
Ketika David
Beckham untuk pertama kalinya
berlatih dengan pemain Real Madrid,
pertanyaan pertama yang diajukan
rekan barunya bukan bagaimana
rasanya pindah ke Spanyol. Bukan
pula akan tinggal didaerah mana di
Madrid. Tentu juga bukan tentang
istrinya, Victoria alias Posh Spice.
Tetapi, "Bagaimana rasanya bermain
dalam satu tim dengan Paul
Scholes?"
Si Wajah Pucat Paul Scholes
Ya. Paul Scholes. Si pucat yang
merupakan gelandang menyerang
dari Manchester United. Walau
penggemar sepakbola sering
meremehkan pemain ini, tetapi
dalam khazanah para jawara
sepakbola di Eropa, namanya
memang diunjung tinggi.
Bahkan sang maestro pemain
tengah Eropa Zinedine Zidane
menyebutnya sebagai pemain
tengah terbaik untuk generasinya.
Belum lama ini dalam sebuah
wawancara ia mengaku menyesal
tidak pernah berkesempatan
bermain dengan Scholes. Maklum
walau klub-klub besar Eropa tertarik,
Paul Scholes tidak pernah ingin
bermain untuk klub lain kecuali
Manchester United.
Paul Scholes adalah salah satu
anggota generasi emas Man United
tahun 90-an bersama David
Beckham, Ryan Giggs, Nicky Butt,
dan Neville bersaudara (Baca:Kisah
Pemain Class of 92). Tetapi
dibandingkan kelima rekan
angkatannya, profil Scholes seperti
lepas dari radar.
Mungkin persoalannya adalah
pribadi Scholes yang sangat pemalu
dan secara sengaja menutup diri
dari sorotan. Ia sangat jarang
memberikan wawancara kepada
wartawan, tidak pernah datang ke
pesta-pesta selebriti, sangat
pendiam bahkan dengan teman-
teman akrabnya. Konon selama
hampir dua puluh tahun
bersepakbola ia baru empat kali
memberi wawancara eksklusif.
Scholes bisa dikatakan satu dari
sedikit pemain bola yang tidak
pernah mengekpresikan diri kecuali
di dalam lapangan. Setelah Eric
Cantona mundur dialah denyut
yang menjalin permainan lini
pertahanan ke garis penyerangan
Man United. Permainan satu-duanya
diakui para pesepakbola sebagai
yang terbaik di Eropa. Umpan-
umpannya baik yang menelusur
tanah maupun lambung sama
akuratnya dan mematikan.
Imajinasinya dalam memberi
umpan tidak lumrah.
Yang luar biasa, menurut Ruud
Gullit, adalah Scholes bisa
melakukan semua itu dengan sangat
sederhana. Sehingga yang ia
lakukan seolah bukanlah sesuatu
yang luar biasa. Itulah sebabnya,
masih menurut Gullit, penonton
melihatnya sebagai biasa-biasa saja,
tetapi rekan maupun lawan sering
terbengong-bengong.
Bukan sekadar menjalin serangan, ia
sendiri seorang penyerang
berbahaya baik dengan kaki
maupun kepalanya. Ia mampu
mencetak gol spektakuler dengan
tendangan jarak jauhnya yang
terkenal keras dan akurat. Tak heran
kalau ia sudah mencetak 150 gol
untuk Man United (Baca:Kisah 150
Gol Paul Scholes di Manchester
United). Cukup bagus untuk
seorang gelandang.
Menyebut sukses Man United usai
Cantona, orang akan menyebut
Beckham, Giggs, Keane, Cole, Yorke,
Solksjaer dan nama-nama besar
lainnya. Tetapi cabutlah Paul Scholes
dari tim Man United itu maka semua
pemain bintang itu akan
mengatakan jangan. Itulah
sebabnya semua pemain boleh silih
berganti tetapi Paul Scholes tetap
menjadi pantek Man United.
Namun seperti telah dikatakan, ia
bisa tampil sangat hebat di lapangan
tetapi begitu pertandingan usai dan
wartawan berebut ingin
mewancarainya, ia menghilang dari
pencarian. Orang tidak pernah tahu
apa yang dipikirkan maupun
pandangan-pandangannya
mengenai berbagai hal menyangkut
sepakbola.
Misalnya orang sangat ingin tahu
mengapa ia memutuskan untuk
mundur dari tim nasional Inggris
lima tahun lalu. Isu yang beredar ia
tidak suka dengan gaya permainan
yang ditampilkan Sven Goran
Eriksson dan bosan dimainkan di
posisi yang bukan menjadi posisi
terbaiknya. Tetapi ia tak pernah
mengatakan apapun sama sekali.
Tidak menjelekkan, tidak mengritik,
tidak mencela.
Steve Mclaren yang menggantikan
Sven, membuang David Beckham
tetapi dua kali membujuk Scholes
untuk kembali ke tim nasional. Dua
kali pula Scholes menolak dengan
alasan ingin lebih meluangkan waktu
untuk keluarga.
Bahkan diusianya yang ke-35, ketika
kemampuannya sudah menurun
terutama staminanya untuk
menusuk ke kotak penalti, Fabio
Capello membujuk untuk ikut ke
Piala Dunia Afrika Selatan. Scholes
menolak dengan alasan, salah
satunya, tidak enak dengan pemain
lain yang sudah berjuang untuk
Inggris selama babak penyisihan.
Belum lama lalu ia mengaku
menyesal tidak memenuhi
panggilan itu. Itulah sebabnya kini
terbetik berita Capello ingin
memanggilnya untuk penyisihan
Piala Eropa. Padahal pada saat
bersamaan ia menutup pintu untuk
pemain seangkatan Scholes dengan
profil terbesar di Inggris, David
Beckham dengan alasan sudah
terlalu tua.
Sentimen Capello untuk pemain tua
ini tidak luar biasa. Ambil misal
pelatih jenial Arsenal Arsene
Wenger. Belum lama ini ia masih
mengatakan, kalau boleh memilih
semua pemain Liga Primer yang
ada, maka Scholes lah pemain
pertama yang ada di susunan
pemainnya. Carlo Ancelotti juga
menyampaikan sentimen yang
sama. Mungkin ini sudah agak
usang karena dikatakan ketika ia
masih memegang AC Milan.
Anak asuhnya saat itu akan bertemu
dengan Man United di Piala
Champions. Di hadapan wartawan
ia mengatakan tidak satupun pemain
Man United akan masuk ke 11
pemain utama Milan. Padahal disitu
ada Ryan Giggs, Cristiano Ronaldo,
Wayne Rooney dan sejumlah nama
lain. Tetapi Ancelotti kemudian
terdiam sebentar lalu berkata,
"Yahhhh… kecuali Paul Scholes".
Beckham untuk pertama kalinya
berlatih dengan pemain Real Madrid,
pertanyaan pertama yang diajukan
rekan barunya bukan bagaimana
rasanya pindah ke Spanyol. Bukan
pula akan tinggal didaerah mana di
Madrid. Tentu juga bukan tentang
istrinya, Victoria alias Posh Spice.
Tetapi, "Bagaimana rasanya bermain
dalam satu tim dengan Paul
Scholes?"
Si Wajah Pucat Paul Scholes
Ya. Paul Scholes. Si pucat yang
merupakan gelandang menyerang
dari Manchester United. Walau
penggemar sepakbola sering
meremehkan pemain ini, tetapi
dalam khazanah para jawara
sepakbola di Eropa, namanya
memang diunjung tinggi.
Bahkan sang maestro pemain
tengah Eropa Zinedine Zidane
menyebutnya sebagai pemain
tengah terbaik untuk generasinya.
Belum lama ini dalam sebuah
wawancara ia mengaku menyesal
tidak pernah berkesempatan
bermain dengan Scholes. Maklum
walau klub-klub besar Eropa tertarik,
Paul Scholes tidak pernah ingin
bermain untuk klub lain kecuali
Manchester United.
Paul Scholes adalah salah satu
anggota generasi emas Man United
tahun 90-an bersama David
Beckham, Ryan Giggs, Nicky Butt,
dan Neville bersaudara (Baca:Kisah
Pemain Class of 92). Tetapi
dibandingkan kelima rekan
angkatannya, profil Scholes seperti
lepas dari radar.
Mungkin persoalannya adalah
pribadi Scholes yang sangat pemalu
dan secara sengaja menutup diri
dari sorotan. Ia sangat jarang
memberikan wawancara kepada
wartawan, tidak pernah datang ke
pesta-pesta selebriti, sangat
pendiam bahkan dengan teman-
teman akrabnya. Konon selama
hampir dua puluh tahun
bersepakbola ia baru empat kali
memberi wawancara eksklusif.
Scholes bisa dikatakan satu dari
sedikit pemain bola yang tidak
pernah mengekpresikan diri kecuali
di dalam lapangan. Setelah Eric
Cantona mundur dialah denyut
yang menjalin permainan lini
pertahanan ke garis penyerangan
Man United. Permainan satu-duanya
diakui para pesepakbola sebagai
yang terbaik di Eropa. Umpan-
umpannya baik yang menelusur
tanah maupun lambung sama
akuratnya dan mematikan.
Imajinasinya dalam memberi
umpan tidak lumrah.
Yang luar biasa, menurut Ruud
Gullit, adalah Scholes bisa
melakukan semua itu dengan sangat
sederhana. Sehingga yang ia
lakukan seolah bukanlah sesuatu
yang luar biasa. Itulah sebabnya,
masih menurut Gullit, penonton
melihatnya sebagai biasa-biasa saja,
tetapi rekan maupun lawan sering
terbengong-bengong.
Bukan sekadar menjalin serangan, ia
sendiri seorang penyerang
berbahaya baik dengan kaki
maupun kepalanya. Ia mampu
mencetak gol spektakuler dengan
tendangan jarak jauhnya yang
terkenal keras dan akurat. Tak heran
kalau ia sudah mencetak 150 gol
untuk Man United (Baca:Kisah 150
Gol Paul Scholes di Manchester
United). Cukup bagus untuk
seorang gelandang.
Menyebut sukses Man United usai
Cantona, orang akan menyebut
Beckham, Giggs, Keane, Cole, Yorke,
Solksjaer dan nama-nama besar
lainnya. Tetapi cabutlah Paul Scholes
dari tim Man United itu maka semua
pemain bintang itu akan
mengatakan jangan. Itulah
sebabnya semua pemain boleh silih
berganti tetapi Paul Scholes tetap
menjadi pantek Man United.
Namun seperti telah dikatakan, ia
bisa tampil sangat hebat di lapangan
tetapi begitu pertandingan usai dan
wartawan berebut ingin
mewancarainya, ia menghilang dari
pencarian. Orang tidak pernah tahu
apa yang dipikirkan maupun
pandangan-pandangannya
mengenai berbagai hal menyangkut
sepakbola.
Misalnya orang sangat ingin tahu
mengapa ia memutuskan untuk
mundur dari tim nasional Inggris
lima tahun lalu. Isu yang beredar ia
tidak suka dengan gaya permainan
yang ditampilkan Sven Goran
Eriksson dan bosan dimainkan di
posisi yang bukan menjadi posisi
terbaiknya. Tetapi ia tak pernah
mengatakan apapun sama sekali.
Tidak menjelekkan, tidak mengritik,
tidak mencela.
Steve Mclaren yang menggantikan
Sven, membuang David Beckham
tetapi dua kali membujuk Scholes
untuk kembali ke tim nasional. Dua
kali pula Scholes menolak dengan
alasan ingin lebih meluangkan waktu
untuk keluarga.
Bahkan diusianya yang ke-35, ketika
kemampuannya sudah menurun
terutama staminanya untuk
menusuk ke kotak penalti, Fabio
Capello membujuk untuk ikut ke
Piala Dunia Afrika Selatan. Scholes
menolak dengan alasan, salah
satunya, tidak enak dengan pemain
lain yang sudah berjuang untuk
Inggris selama babak penyisihan.
Belum lama lalu ia mengaku
menyesal tidak memenuhi
panggilan itu. Itulah sebabnya kini
terbetik berita Capello ingin
memanggilnya untuk penyisihan
Piala Eropa. Padahal pada saat
bersamaan ia menutup pintu untuk
pemain seangkatan Scholes dengan
profil terbesar di Inggris, David
Beckham dengan alasan sudah
terlalu tua.
Sentimen Capello untuk pemain tua
ini tidak luar biasa. Ambil misal
pelatih jenial Arsenal Arsene
Wenger. Belum lama ini ia masih
mengatakan, kalau boleh memilih
semua pemain Liga Primer yang
ada, maka Scholes lah pemain
pertama yang ada di susunan
pemainnya. Carlo Ancelotti juga
menyampaikan sentimen yang
sama. Mungkin ini sudah agak
usang karena dikatakan ketika ia
masih memegang AC Milan.
Anak asuhnya saat itu akan bertemu
dengan Man United di Piala
Champions. Di hadapan wartawan
ia mengatakan tidak satupun pemain
Man United akan masuk ke 11
pemain utama Milan. Padahal disitu
ada Ryan Giggs, Cristiano Ronaldo,
Wayne Rooney dan sejumlah nama
lain. Tetapi Ancelotti kemudian
terdiam sebentar lalu berkata,
"Yahhhh… kecuali Paul Scholes".
Rabu, 25 Mei 2011
Vidic Bangga Jadi Kapten Tim Juara
Manchester United
berada di ambang juara Liga
Premier musim ini dan Nemanja
Vidic yang menyandang ban
kapten tim di sebagian besar
musim ini mengungkapkan
kebanggaannya bisa memimpin
Setan Merah menuju gelar
bersejarah.
Kapten utama United, Rio
Ferdinand kerap diterpa
cedera musim ini dan manajer Sir
Alex Ferguson pun
mempercayakan posisi skipper
pada bek tengah asal Serbia itu.
Pemain berusia 29 tahun itu
membayar kepercayaan
Ferguson dengan serangkaian
performa solid dan juga sejumlah
gol penting - termasuk ketika
mengandaskan perlawanan
Chelsea di Old Trafford kemarin.
Dan meski mengaku jika mereka
belum bisa merayakan gelar
juara, bayangan akan
mengangkat trofi sebagai kapten
tak bisa ia lepaskan.
"Saya mencoba untuk fokus juga,
namun saya terus memikirkan
tentang mengangkat trofi itu
pula," akunya.
"Menjadi kapten dari Manchester
United di situasi ini adalah sebuah
kehormatan besar."
United melaju menuju puncak
dengan berbekal rekor kandang
yang fantastis dengan hanya
kehilangan dua poin dari 18 laga
(saat ditahan West Brom), namun
dengan kemenangan tandang
yang paling sedikit dari semua
juara sejak Liverpool
melakukannya di tahun 1977.
Namun Vidic mengaku tak
terganggu dengan kritik yang
dialamatkan pada mereka,
karena menurutnya semua
perdebatan itu akan sirna jika
mereka sanggup mengunci gelar
ke-19 mereka nanti.
"Tak seorang pun mengatakan
kami tim yang buruk jika kami
memenangkan trofi," yakin Vidic.
"Jelasnya, kami mendengarkan
apa kata orang namun kami tak
terlalu memikirkannya. Kami
hanya mencoba fokus pada diri
kami sendiri. Kami tahu target
kami dan kami sudah hampir
sampai. Jika kami meraihnya, itu
akan membuktikan pada semua
orang jika kami adalah tim yang
bagus."
berada di ambang juara Liga
Premier musim ini dan Nemanja
Vidic yang menyandang ban
kapten tim di sebagian besar
musim ini mengungkapkan
kebanggaannya bisa memimpin
Setan Merah menuju gelar
bersejarah.
Kapten utama United, Rio
Ferdinand kerap diterpa
cedera musim ini dan manajer Sir
Alex Ferguson pun
mempercayakan posisi skipper
pada bek tengah asal Serbia itu.
Pemain berusia 29 tahun itu
membayar kepercayaan
Ferguson dengan serangkaian
performa solid dan juga sejumlah
gol penting - termasuk ketika
mengandaskan perlawanan
Chelsea di Old Trafford kemarin.
Dan meski mengaku jika mereka
belum bisa merayakan gelar
juara, bayangan akan
mengangkat trofi sebagai kapten
tak bisa ia lepaskan.
"Saya mencoba untuk fokus juga,
namun saya terus memikirkan
tentang mengangkat trofi itu
pula," akunya.
"Menjadi kapten dari Manchester
United di situasi ini adalah sebuah
kehormatan besar."
United melaju menuju puncak
dengan berbekal rekor kandang
yang fantastis dengan hanya
kehilangan dua poin dari 18 laga
(saat ditahan West Brom), namun
dengan kemenangan tandang
yang paling sedikit dari semua
juara sejak Liverpool
melakukannya di tahun 1977.
Namun Vidic mengaku tak
terganggu dengan kritik yang
dialamatkan pada mereka,
karena menurutnya semua
perdebatan itu akan sirna jika
mereka sanggup mengunci gelar
ke-19 mereka nanti.
"Tak seorang pun mengatakan
kami tim yang buruk jika kami
memenangkan trofi," yakin Vidic.
"Jelasnya, kami mendengarkan
apa kata orang namun kami tak
terlalu memikirkannya. Kami
hanya mencoba fokus pada diri
kami sendiri. Kami tahu target
kami dan kami sudah hampir
sampai. Jika kami meraihnya, itu
akan membuktikan pada semua
orang jika kami adalah tim yang
bagus."
Langganan:
Postingan (Atom)